PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN JUMLAH PAKAN TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK SAPI PERAH RAKYAT

Penulis

  • Dewi Hastuti Renan Subantoro Muammar Ismail Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Wahid Hasyim, Semarang

Kata Kunci:

Sapi perah, Pendapatan, Karakteristik sosial ekonomi, Regresi linier berganda

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi peternak sapi perah, biaya, pendapatan dan tingkat pendapatan serta pengaruh karakteristik sosial ekonomi dan jumlah pakan terhadap pendapatan peternak sapi perah di Kecamatan Gunungpati Kota Seamarang. Metode penelitian menggunakan metodologi survey dengan kuisioner untuk mengumpulkan data dasar. Penentuan lokasi dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang dengan sengaja mengambil lokasi populasi sapi perah terbesar dan responden yang memiliki sapi perah laktasi. Total sampel adalah 80 peternak dari Kelurahan Sumurrejo, Plalangan dan Nongkosawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata - rata biaya sebesar Rp. 22.907.363 per tahun dan penerimaan rata-rata Rp. 32.106.188 per tahun, sedangkan rata-rata pendapatan Rp. 9,198,825 per tahun atau Rp. 766.569 per bulan dengan rata-rata kepemilikan sapi perah sebanyak 3 ekor.  Analisis regresi linier berganda menunjukkan uji F signifikan (P <0,01) yang berarti bahwa variabel populasi ternak laktasi, umur responden, pendidikan, pengalaman peternak, jumlah pakan ternak dan jumlah pakan tambahan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel pendapatan. Secara parsial (uji t) efek jumlah ternak laktasi, pengalaman peternak, pakan ternak dan pakan tambahan berpengaruh sangat nyata (P <0,01) terhadap pendapatan usahatani sapi perah

Referensi

Achroni, D. 2013. Kiat Khusus Usaha Ternak Sapi Perah Skala Kecil. Yogyakarta: Trans Idea Publishing. Badan Pusat Statistik Kota Semarang. (2015). Banyaknya ternak di Kecamatan Gunungpati tahun 2014. Semarang: Autor. Daryanto, A. (2007). Peningkatan daya saing industri peternakan. Jakarta: PT. Permata Wacana Lestari. Haryanti, Y.Y. (2009). kinerja reproduksi induk silangan peranakan ongle di Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunung Kidul. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Peternakan UGM.. Hastuti, D., Nurtini, S., & Widiati, R. (2008). Kajian sosial ekonomi pelaksanaan inseminasi buatan sapi potong di Kabupaten Kebumen. Jurnal Mediagro 4(2). Hermanto, F. (1996). Ilmu usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya. Haloho, R.D., Santoso, S.I., & Marzuki, S. (2013). Efisiensi Usaha Peternakan Sapi Perah Di Kabupaten Semarang. Jurnal Agromedia 31(2). Prasetya, H. (2012). Prospek cerah beternak sapi perah. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Santosa, S.I., Setiadi, A., Wulandari, R. (2013). Analisis potensi pengembangan usaha peternakan sapi perah dengan menggunakan paradigma agribisnis di Kecamatan Kemusuk Kabupaten Boyolali. Jurnal Buletin Peternakan 37(2), 125-135. Lestari, H. (2009). Tingkat Adopsi Inovasi dalam Beternak Ayam Broiler di Kecamatan Bajubang Kabupaten Batang Hari. Dalam Santoso, M., Utami , A., Hari, D., & Nugroho, B.A. (2014). Analisis pendapatan usaha peternakan sapi perah rakyat berdasarkan skala usaha di Desa Boto Putih Kecamatan Bandungan Kabupaten Trenggalek. Jurnal Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Saragih, B. (2000). Agribisnis Berbasis Peternakan. Dalam Hastuti, D., Nurtini, S., & Widiati, R. (2008). Kajian sosial ekonomi pelaksanaan inseminasi buatan sapi potong di Kabupaten Kebumen. Jurnal Mediagro 4(2). Soekartawi. (2002). Prinsip dasar ekonomi pertanian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2018-01-14

Cara Mengutip

Muammar Ismail, D. H. R. S. (2018). PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN JUMLAH PAKAN TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK SAPI PERAH RAKYAT. AGRONOMIKA, 12(02), 132–139. Diambil dari https://www.journal.uniba.ac.id/index.php/AGR/article/view/95