Tanggung Jawab Notaris/PPAT Atas Peralihan Hak Atas Tanah Yang Diklaim Sebagai Harta Pusaka Tinggi (Putusan Pengadilan Negeri Nomor 7/G/Pdt/2022/Pn.Pdg)

Penulis

  • Nyi Mas Komalasari Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.59582/sh.v19i01.1424

Kata Kunci:

Notary, High Heirloom Land; Legal Liability; Legal Certainty

Abstrak

Issues over customary land, particularly high-priority land in Minangkabau, often give rise to conflicts between customary law and national agrarian law. This is reflected in Padang District Court Decision Number 7/Pdt.G/2022/PN PDG, in which land traded through a Deed of Release of Rights and a Deed of Sale and Purchase (AJB) before a Notary/PPAT was claimed as high-priority land. This study aims to analyze the legal responsibilities of Notaries and PPATs in drafting deeds for customary land, as well as to provide legal certainty for buyers in good faith. The research method used is normative juridical, using a statute approach and a case approach. The results indicate a legal dualism between customary law and positive law, which leads to legal uncertainty in the transfer of land rights. Notaries and PPATs have formally exercised their authority in accordance with the law, but are still required to apply the principle of prudence to avoid being entangled in disputes. Meanwhile, legal protection for buyers in good faith remains weak when land is categorized as high heirloom land by the court.

Referensi

Buku :

—. 2009. Lembaga Kenotariatan Indonesia: Perspektif Hukum dan Etika. Yogyakarta: UII Press.

Ghofur, Abdul. 2009. Lembaga Kenotariatan Indonesia : Perspektif Hukum dan Etika. Yogyakarta: UII Press.

Manggis, M Rasjid. 1982. Minangkabau Sejarah dan Adatnya. Jakarta: Mutiara.

Soeroyo, Wignyodipoero. 1985. Pengantar dan Azas-Azas hukum Adat. Jakarta: Gunung Agung.

Jurnal :

Afadarma, Romi. 2010. “Peran Ketua Adat dan Kerapatan Adat Nagari dalam Penyelesaian Sengketa Harta Pusaka Tinggi di Nagari Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat.” Tesis, Magister Kenotariatan, Universitas Diponegoro.

Eudea Adeli Arsy, Hanif Nur Widhiyanti, Patricia Audrey Ruslijanto. 2021. “Tanggung Jawab Notaris terhadap Akta yang Cacat Hukum dan Tidak Sesuai dengan Ketentuan Pembuatan Akta Dalam Undang-Undang Jabatan Notaris.” Jurnal Bina Mulia Hukum 135.

Fatinah. 2024. “Fatinah, A. P. (2024). INTERAKSI ANTARA HUKUM FORMAL DAN HUKUM ADAT DI INDONESIA 1(2), hlm 144.” Legal System Journal.

Manuaba, Ida Bagus Pramaningrat, I Wayan Parsa, dan I Gusti Ketut Ariawan. 2018. “Prinsip Kehati-hatian Notaris dalam membuat Akta Autentik.” Acta Comitas 3 64-73.

Nusantara, W. P. 2020. “Tanggung Jawab Hukum Notaris Atas Akta Pelepasan Hak Atas Tanah Yang Ditandatangani Oleh Bukan Pemilik Yang Sah (Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 1249 K/PID. SUS/2018).” Indonesian Notary 33.

Paramaningrat Manuaba, Ida Bagus, I Wayan Parsa, Ketut Ariawan, I Gusti. 2018. “Prinsip Kehati-hatian Notaris dalam membuat Akta Autentik.” Acta Comitas 68.

Rahmadi, Arif. 2022. “Urgensi penetapan hak ulayat masyarakat hukum adat terkait kebijakan pelayanan pertanahan di Papua.” Tunas Agraria 22.

Sunaryati Hartono. 1999. “Pengatuan Hak Ulayat dalam UUPA yang Baru.” Jurnal Hukum Bisnis Jakarta : Yayasan Pengembangan Hukum Bisnis.

Turangan, Mauren. 2015. “Tanggungjawab Hukum Pejabat Notaris terhadap Akta Yang diterbitkan.” Lex Privatum 102-103.

Turangan, Mauren. 2015. “Tanggungjawab Hukum Pejabat Notaris Terhadap Akta Yang Ditertibkan.” Lex Privatum 102-103.

W, Aprilia. 2022. “Analisis Penerapan Asas Itikad Baik dan Pertanggung Jawaban Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah Terhadap Akta Jual Beli dan Akta Pelepasan Hak atas Tanah terhadap Objek Warisan yang belum dibagi Waris. (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 156/K/Pdt).” Indonesian Notary 294.

Yuliana Yuli W Sulastri, Devi Kantini Rolaswati. 2020. “Sosialisasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria di Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.” Jurnal Pengabdian Nasional.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-17

Cara Mengutip

Komalasari, N. M. (2025). Tanggung Jawab Notaris/PPAT Atas Peralihan Hak Atas Tanah Yang Diklaim Sebagai Harta Pusaka Tinggi (Putusan Pengadilan Negeri Nomor 7/G/Pdt/2022/Pn.Pdg). JURNAL PENELITIAN SERAMBI HUKUM, 19(01), 229–240. https://doi.org/10.59582/sh.v19i01.1424