Legalisasi Notaris dan Batas Perlindungan Hukum Bagi Para Pihak: Analisis Putusan MA No. 1211 K/Pdt/2025

Penulis

  • Muhammad Alqam Alifa Risdi Fakultas Hukum Magister Kenotariatan Universitas Jendral Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.59582/sh.v19i01.1429

Kata Kunci:

Notarial Legalization, Underhand Deed, Evidentiary Weight, Legal Protection, Notarial Practice.

Abstrak

This article examines the legal status of notarial legalization and the limits of legal protection for parties to underhand agreements, using Supreme Court Decision No. 1211 K/Pdt/2025 as a case study. Employing normative legal research with a descriptive-analytic approach and documentary analysis of court decisions and notarial literature, the study finds that notarial legalization is administrative in nature providing formal certainty regarding signatures and dates but does not transform an underhand deed into an authentic deed nor guarantee the substantive truth of the agreement’s content. The Supreme Court decision confirms that the scope of protection afforded by legalization is limited: the validity and resolution of contractual disputes depend primarily on the contract’s substance, duration, and performance rather than on legalization alone. Practically, notaries should inform parties about these limitations and parties to high-value or high-risk agreements should opt for authentic deeds to secure stronger legal certainty.

Referensi

Buku:

__________. (2015). Hukum Notaris Indonesia (Tafsir Tematik UU Jabatan Notaris). Bandung: Refika Aditama.

___________________. (2011). Penemuan Hukum. Yogyakarta: Liberty.

Adjie, Habib. (2011). Kebatalan dan Pembatalan Akta Notaris. Bandung: Refika Aditama.

Ali, Faried. (2012). Sistem Hukum Indonesia. Bandung: Refika Aditama.

Amiruddin dan Zainal Asikin. (2016). Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Artadi, I Ketut dan Dewa Nyoman Rai Asmara Putra. (2018). Implementasi Ketentuan-Ketentuan Hukum Perjanjian ke dalam Perancangan Kontrak. Denpasar: Udayana University Press.

Fuady, Munir. (2017). Hukum Kontrak (Dari Sudut Pandang Hukum Bisnis). Bandung: Citra Aditya Bakti.

Ibrahim, Johnny. (2006). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia.

Lumban Tobing, G.H.S. (1999). Peraturan Jabatan Notaris. Jakarta: Erlangga.

Marzuki, Peter Mahmud. (2017). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.

Mertokusumo, Sudikno. (2010). Mengenal Hukum (Suatu Pengantar). Yogyakarta: Liberty.

Salim H.S. (2019). Hukum Kontrak: Teori dan Teknik Penyusunan Kontrak. Jakarta: Sinar Grafika.

Soekanto, Soerjono. (2014). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press.

Subekti, R. (2001). Hukum Perjanjian. Jakarta: Intermasa.

Zainuddin Ali. (2021). Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Jurnal:

Amalia, Rizky dan Akhmad Khisni. (2019). “Kekuatan Hukum Akta di Bawah Tangan yang Dilegalisasi oleh Notaris”. Jurnal Akta, 6(3): 437.

Swardhana, I Gede Made. (2016). “Kekuatan Pembuktian Akta di Bawah Tangan yang Dilegalisasi oleh Notaris”. Jurnal Magister Hukum Udayana, 5(2): 290.

Peraturan Perundang-Undangan:

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek).

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-18

Cara Mengutip

Risdi, M. A. A. (2025). Legalisasi Notaris dan Batas Perlindungan Hukum Bagi Para Pihak: Analisis Putusan MA No. 1211 K/Pdt/2025. JURNAL PENELITIAN SERAMBI HUKUM, 19(01), 268–276. https://doi.org/10.59582/sh.v19i01.1429